Kalkulator Indonesia

Kalkulator THR Resign Sebelum Lebaran

Hitung estimasi THR resign sebelum Lebaran dengan memasukkan hari sebelum Lebaran sebagai catatan skenario. Kalkulator ini berjalan langsung di browser, ringan, dan tidak menyimpan data pengguna.

THR resign sebelum Lebaran Rp0
  • Upah dasar THR Rp0
  • Masa kerja THR Rp0
  • Hari sebelum Lebaran Rp0
  • Faktor THR Rp0
  • THR bruto Rp0
  • Catatan Estimasi

Rumus Kalkulator THR Resign Sebelum Lebaran

THR resign sebelum Lebaran = upah bulanan x min(masa kerja / 12, 1)

Rumus ini memakai pendekatan praktis untuk simulasi THR. Dalam payroll sebenarnya, komponen upah dasar THR, masa kerja yang diakui, pajak, status hubungan kerja, dan tanggal pembayaran tetap mengikuti aturan serta kebijakan perusahaan.

Contoh Perhitungan

Jika upah bulanan Rp7.000.000, masa kerja 10 bulan, dan resign 20 hari sebelum Lebaran, maka estimasi THR adalah Rp5.833.333.

Contoh tersebut sebaiknya dipakai sebagai gambaran awal. Jika Anda sedang mengecek pembayaran THR, cocokkan kembali dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan slip gaji resmi.

Penjelasan Lengkap

Kalkulator THR Resign Sebelum Lebaran membantu Anda mensimulasikan THR untuk skenario resign menjelang Lebaran. Perhitungan THR yang rapi membuat karyawan, HR, dan tim payroll lebih mudah membaca upah dasar THR, masa kerja, nilai prorata, pajak, dan total biaya perusahaan.

Dalam praktik payroll, THR biasanya dipengaruhi upah yang menjadi dasar perhitungan, masa kerja yang diakui, status hubungan kerja, komponen tunjangan tetap, pajak, serta kebijakan internal perusahaan. Karena detail tiap kasus bisa berbeda, hasil kalkulator perlu dibaca sebagai simulasi awal.

Untuk memakai kalkulator ini, isi upah bulanan dasar THR, masa kerja, dan jumlah hari resign sebelum Lebaran sebagai catatan skenario. Hasil utama adalah estimasi THR resign. Isi angka yang sesuai dengan skenario THR Anda. Untuk skenario perusahaan, gunakan angka rata-rata yang realistis agar estimasi anggaran tidak terlalu jauh dari kebutuhan payroll.

Untuk masa kerja di bawah 12 bulan, kalkulator memakai pendekatan prorata. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, faktor THR dibatasi sampai 100% dari upah dasar THR. Untuk pekerja part-time, harian, atau freelancer kontrak, upah bulanan rata-rata dihitung lebih dulu sebelum faktor THR diterapkan.

Kalkulator ini tidak menggantikan slip gaji, rekap payroll, kontrak kerja, atau keputusan resmi perusahaan. Gunakan hasilnya sebagai alat bantu cepat, lalu cocokkan kembali dengan catatan HR dan kebijakan perusahaan.

Artikel Pendukung

Sebelum menghitung THR, pisahkan dulu jenis pekerja dan dasar hitungnya: karyawan tetap, kontrak, karyawan baru, resign, part-time, harian, atau freelancer kontrak. Pemisahan ini membantu mencegah angka THR penuh tercampur dengan THR prorata.

Untuk kebutuhan perusahaan, simpan angka jumlah karyawan, rata-rata upah dasar THR, masa kerja rata-rata, pajak, dan total biaya secara terpisah. Dengan data yang terstruktur, tim payroll lebih mudah melakukan review sebelum pembayaran THR dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah kalkulator thr resign sebelum lebaran ini akurat?

Hasilnya adalah estimasi. Angka aktual dapat berbeda karena masa kerja yang diakui, komponen upah dasar THR, status kerja, pajak, tanggal pembayaran, dan kebijakan perusahaan.

Apakah data THR yang dimasukkan disimpan?

Tidak. Semua perhitungan berjalan langsung di browser dengan vanilla JavaScript. Data yang Anda ketik tidak dikirim ke server dan tidak memakai database.

Komponen apa saja yang sebaiknya dimasukkan?

Masukkan upah bulanan dasar THR, masa kerja bulan, dan hari resign sebelum Lebaran.

Apakah kalkulator ini bisa dipakai untuk rekap HR?

Bisa untuk simulasi awal THR karyawan atau anggaran perusahaan. Untuk pembayaran resmi, cocokkan lagi dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan kebijakan perusahaan.

Catatan

Hasil kalkulator ini hanya estimasi. Angka akhir bisa berbeda karena aturan pajak, biaya, kebijakan perusahaan, bank, hari libur nasional, atau kondisi lain yang berlaku.