Kalkulator Indonesia

Kalkulator THR Pekerja Harian

Hitung estimasi THR pekerja harian dari upah harian, rata-rata hari kerja bulanan, dan masa kerja. Kalkulator ini berjalan langsung di browser, ringan, dan tidak menyimpan data pengguna.

THR pekerja harian Rp0
  • Gaji harian Rp0
  • Hari kerja per bulan Rp0
  • Upah bulanan rata-rata Rp0
  • Masa kerja THR Rp0
  • Faktor THR Rp0
  • THR bruto Rp0
  • Catatan Estimasi

Rumus Kalkulator THR Pekerja Harian

Upah bulanan rata-rata = upah harian x hari kerja per bulan. THR = upah bulanan rata-rata x min(masa kerja / 12, 1)

Rumus ini memakai pendekatan praktis untuk simulasi THR. Dalam payroll sebenarnya, komponen upah dasar THR, masa kerja yang diakui, pajak, status hubungan kerja, dan tanggal pembayaran tetap mengikuti aturan serta kebijakan perusahaan.

Contoh Perhitungan

Jika upah harian Rp250.000, rata-rata 22 hari kerja per bulan, dan masa kerja 6 bulan, maka THR pekerja harian Rp2.750.000.

Contoh tersebut sebaiknya dipakai sebagai gambaran awal. Jika Anda sedang mengecek pembayaran THR, cocokkan kembali dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan slip gaji resmi.

Penjelasan Lengkap

Kalkulator THR Pekerja Harian membantu Anda menghitung THR pekerja harian dari rata-rata upah bulanan. Perhitungan THR yang rapi membuat karyawan, HR, dan tim payroll lebih mudah membaca upah dasar THR, masa kerja, nilai prorata, pajak, dan total biaya perusahaan.

Dalam praktik payroll, THR biasanya dipengaruhi upah yang menjadi dasar perhitungan, masa kerja yang diakui, status hubungan kerja, komponen tunjangan tetap, pajak, serta kebijakan internal perusahaan. Karena detail tiap kasus bisa berbeda, hasil kalkulator perlu dibaca sebagai simulasi awal.

Untuk memakai kalkulator ini, isi upah harian, hari kerja per bulan, dan masa kerja. Hasil utama adalah estimasi THR pekerja harian. Isi angka yang sesuai dengan skenario THR Anda. Untuk skenario perusahaan, gunakan angka rata-rata yang realistis agar estimasi anggaran tidak terlalu jauh dari kebutuhan payroll.

Untuk masa kerja di bawah 12 bulan, kalkulator memakai pendekatan prorata. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, faktor THR dibatasi sampai 100% dari upah dasar THR. Untuk pekerja part-time, harian, atau freelancer kontrak, upah bulanan rata-rata dihitung lebih dulu sebelum faktor THR diterapkan.

Kalkulator ini tidak menggantikan slip gaji, rekap payroll, kontrak kerja, atau keputusan resmi perusahaan. Gunakan hasilnya sebagai alat bantu cepat, lalu cocokkan kembali dengan catatan HR dan kebijakan perusahaan.

Artikel Pendukung

Sebelum menghitung THR, pisahkan dulu jenis pekerja dan dasar hitungnya: karyawan tetap, kontrak, karyawan baru, resign, part-time, harian, atau freelancer kontrak. Pemisahan ini membantu mencegah angka THR penuh tercampur dengan THR prorata.

Untuk kebutuhan perusahaan, simpan angka jumlah karyawan, rata-rata upah dasar THR, masa kerja rata-rata, pajak, dan total biaya secara terpisah. Dengan data yang terstruktur, tim payroll lebih mudah melakukan review sebelum pembayaran THR dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah kalkulator thr pekerja harian ini akurat?

Hasilnya adalah estimasi. Angka aktual dapat berbeda karena masa kerja yang diakui, komponen upah dasar THR, status kerja, pajak, tanggal pembayaran, dan kebijakan perusahaan.

Apakah data THR yang dimasukkan disimpan?

Tidak. Semua perhitungan berjalan langsung di browser dengan vanilla JavaScript. Data yang Anda ketik tidak dikirim ke server dan tidak memakai database.

Komponen apa saja yang sebaiknya dimasukkan?

Masukkan upah harian, hari kerja per bulan, dan masa kerja bulan.

Apakah kalkulator ini bisa dipakai untuk rekap HR?

Bisa untuk simulasi awal THR karyawan atau anggaran perusahaan. Untuk pembayaran resmi, cocokkan lagi dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan kebijakan perusahaan.

Catatan

Hasil kalkulator ini hanya estimasi. Angka akhir bisa berbeda karena aturan pajak, biaya, kebijakan perusahaan, bank, hari libur nasional, atau kondisi lain yang berlaku.