Kalkulator Indonesia
Kalkulator THR Karyawan Part-Time
Hitung estimasi THR karyawan part-time dari upah per jam, jam kerja mingguan, minggu kerja bulanan, dan masa kerja. Kalkulator ini berjalan langsung di browser, ringan, dan tidak menyimpan data pengguna.
- Upah per jam Rp0
- Jam kerja per minggu Rp0
- Upah bulanan rata-rata Rp0
- Masa kerja THR Rp0
- Faktor THR Rp0
- THR bruto Rp0
- Catatan Estimasi
Rumus Kalkulator THR Karyawan Part-Time
Upah bulanan part-time = upah per jam x jam kerja mingguan x minggu kerja bulanan. THR = upah bulanan part-time x min(masa kerja / 12, 1) Rumus ini memakai pendekatan praktis untuk simulasi THR. Dalam payroll sebenarnya, komponen upah dasar THR, masa kerja yang diakui, pajak, status hubungan kerja, dan tanggal pembayaran tetap mengikuti aturan serta kebijakan perusahaan.
Contoh Perhitungan
Jika upah per jam Rp35.000, jam kerja 20 jam per minggu, minggu kerja 4,33, dan masa kerja 6 bulan, maka THR part-time sekitar Rp1.515.500.
Contoh tersebut sebaiknya dipakai sebagai gambaran awal. Jika Anda sedang mengecek pembayaran THR, cocokkan kembali dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan slip gaji resmi.
Penjelasan Lengkap
Kalkulator THR Karyawan Part-Time membantu Anda menghitung THR pekerja part-time dari estimasi upah bulanan. Perhitungan THR yang rapi membuat karyawan, HR, dan tim payroll lebih mudah membaca upah dasar THR, masa kerja, nilai prorata, pajak, dan total biaya perusahaan.
Dalam praktik payroll, THR biasanya dipengaruhi upah yang menjadi dasar perhitungan, masa kerja yang diakui, status hubungan kerja, komponen tunjangan tetap, pajak, serta kebijakan internal perusahaan. Karena detail tiap kasus bisa berbeda, hasil kalkulator perlu dibaca sebagai simulasi awal.
Untuk memakai kalkulator ini, isi upah per jam, jam kerja mingguan, minggu kerja bulanan, dan masa kerja. Hasil utama adalah estimasi THR part-time. Isi angka yang sesuai dengan skenario THR Anda. Untuk skenario perusahaan, gunakan angka rata-rata yang realistis agar estimasi anggaran tidak terlalu jauh dari kebutuhan payroll.
Untuk masa kerja di bawah 12 bulan, kalkulator memakai pendekatan prorata. Untuk masa kerja 12 bulan atau lebih, faktor THR dibatasi sampai 100% dari upah dasar THR. Untuk pekerja part-time, harian, atau freelancer kontrak, upah bulanan rata-rata dihitung lebih dulu sebelum faktor THR diterapkan.
Kalkulator ini tidak menggantikan slip gaji, rekap payroll, kontrak kerja, atau keputusan resmi perusahaan. Gunakan hasilnya sebagai alat bantu cepat, lalu cocokkan kembali dengan catatan HR dan kebijakan perusahaan.
Artikel Pendukung
Sebelum menghitung THR, pisahkan dulu jenis pekerja dan dasar hitungnya: karyawan tetap, kontrak, karyawan baru, resign, part-time, harian, atau freelancer kontrak. Pemisahan ini membantu mencegah angka THR penuh tercampur dengan THR prorata.
Untuk kebutuhan perusahaan, simpan angka jumlah karyawan, rata-rata upah dasar THR, masa kerja rata-rata, pajak, dan total biaya secara terpisah. Dengan data yang terstruktur, tim payroll lebih mudah melakukan review sebelum pembayaran THR dilakukan.
Pertanyaan Umum
Apakah kalkulator thr karyawan part-time ini akurat?
Hasilnya adalah estimasi. Angka aktual dapat berbeda karena masa kerja yang diakui, komponen upah dasar THR, status kerja, pajak, tanggal pembayaran, dan kebijakan perusahaan.
Apakah data THR yang dimasukkan disimpan?
Tidak. Semua perhitungan berjalan langsung di browser dengan vanilla JavaScript. Data yang Anda ketik tidak dikirim ke server dan tidak memakai database.
Komponen apa saja yang sebaiknya dimasukkan?
Masukkan upah per jam, jam kerja mingguan, minggu kerja bulanan, dan masa kerja bulan.
Apakah kalkulator ini bisa dipakai untuk rekap HR?
Bisa untuk simulasi awal THR karyawan atau anggaran perusahaan. Untuk pembayaran resmi, cocokkan lagi dengan data payroll, masa kerja, status kerja, pajak, dan kebijakan perusahaan.
Catatan
Hasil kalkulator ini hanya estimasi. Angka akhir bisa berbeda karena aturan pajak, biaya, kebijakan perusahaan, bank, hari libur nasional, atau kondisi lain yang berlaku.